Thursday, September 26, 2013

Pembelajaran Jigsaw

The Mathematics Learning Experimentation with Guided Inquiry-oriented Jigsaw Type of Cooperative Learning Model through the use of visual aids in rectangular flat structure material viewed from Mathematics Reasoning Competency

This research aims to find out: (1) which one providing better mathematics learning achievement, the learning using guided inquiry-oriented Jigsaw type of cooperative learning model, Jigsaw type of cooperative or conventional learning model in rectangular flat structure material, (2) which one having mathematics learning achievement, the student with high, medium, or low mathematics reasoning skill in rectangular flat structure material, (3) in each mathematics reasoning skill (high, medium, and low), which one providing better learning achievement between guided inquiry-oriented Jigsaw type of cooperative learning model with visual aid use, Jigsaw type of cooperative or conventional learning model in rectangular flat structure material, (4) in each learning model (guided inquiry-oriented Jigsaw type of cooperative learning model with visual aid use, Jigsaw type of cooperative or conventional), which one providing better mathematics learning achievement, the students with high, medium or low mathematics reasoning skill in rectangular flat structure material.
Thursday, September 19, 2013

Jasa Pembuatan Tesis Pendidikan Matematika

Jasa Pembuatan Tesis Pendidikan Matematika - Pendidikan matematika di Indonesia pada umumnya masih berada pada pendidikan matematika konvensional yang banyak ditandai oleh strukturalistik dan mekanistik. Para guru di Indonesia cenderung untuk menggunakan praktek pembelajaran tradisional yang dikenal dengan beberapa istilah seperti: Pembelajaran terpusat pada guru (teacher centered approach), pembelajaran langsung (direct instruction), pembelajaran deduktif (deductive teaching), ceramah (expository teaching), maupun whole class instruction.
Tinggi rendahnya prestasi belajar siswa merupakan cerminan dari kualitas pembelajaran yang telah mereka ikuti, sehingga prestasi belajar siswa yang baik merupakan salah satu keberhasilan dari sebuah pembelajaran. Dan prestasi belajar matematika dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam penelitian ini yaitu pendekatan pembelajaran dan gaya belajar siswa yang mempengaruhi prestasi belajar siswa.
Pendekatan pembelajaran yang diteliti adalah pendekatan Pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik (PMR) Pembelajaran berbasis masalah dan konvensional, sebagai usaha dalam kegiatan belajar mengajar sehingga diperoleh prestasi matematika yang maksimal. Jika Anda inginkan Jasa Pembuatan Tesis Pendidikan Matematika untuk tema yang sejenis atau tema-tema lain bisa menghubungi kami.
Saturday, August 17, 2013

Strategi Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi Di Smp Negeri 37 Jakarta

Contoh Tesis PendidikanDalam kehidupan suatu negara, pendidikan memang memiliki peranan yang penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa. Hal ini dikarenakan pendidikan menjadi wahana dalam upaya meningkatkan serta mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Saat ini, masyarakat Indonesia sendiri masih terkesan lambat dalam kemajuan pendidikan karena adanya berbagai masalah mulai dari kualitas, efisiensi,serta relevansi pendidikan.

Salah satu permasalahan pendidikan yang melekat sekali pada bangsa Indonesia yaitu rendahnya mutu pendidikan di setiap jenjang serta satuan pendidikan, terutama pada tingkat SD dan tingkat menengah. Sebenarnya, sudah banyak usaha yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan dari bangsa ini, mulai dari pengadaan buku serta alat pelajaran, perbaikan sarana serta prasarana guna menunjang pendidikan, latihan dan peningkatan kompetensi guru. Akan tetapi, masih belum ada peningkatan berarti yang terlihat hingga saat ini.

Dari sejumlah pengamatan serta analisis, sedikitnya memang ada tiga faktor yang menyebabkan mutu pendidikan di Indonesia tidak mengalami peningkatan dengan merata.

Faktor pertama yaitu kebijakan serta penyelenggaraan pendidikan nasional yang menggunakan pendekatan education production function atau input output analisis yang sebenarnya bagus namun ternyata tidak dilaksanakan dengan konsekuen.

Faktor kedua yaitu penyelenggaraan pendidikan nasional yang dilakukan dengan birokratik sentralistik sehingga akhirnya menempatkan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan menjadi tergantung dengan keputusan yang dibuat oleh birokrasi yang notabenenya memiliki jalur yang begitu panjang dan terkadang kebijakan yang dikeluarkan juga tidak sesuai dengan kondisi sekolah yang ada. Hal inilah yang kemudian mengakibatkan sekolah tersebut kehilangan motivasi, kemandirian serta inisiatif untuk mengembangkan lembaga.

Faktor ketiga yakni peran serta dari masyarakat, khususnya dari orang tua siswa itu sendiri dalam upaya penyelenggaraan pendidikan yang selama ini dinilai masih sangat minim. Selama ini, partitipasi masyarakat sendri lebih pada ke financial (keuangan) bukan pada proses pendidikan.

Padahal, dalam upaya meningkatkan SDM yang berkualitas diperlukan adanya sistem pendidikan serta kurikulum yang dinamis dan fleksibel juga mampu untuk mengakomodasi keanekaragaman kemampuan siswa, kualitas SDM, potensi dari suatu daerah, kondisi sosial budaya dan sarana pembelajaran.

Melihat begitu kompleksnya dan rumitnya persoalan pendidikan yang dialami bangsa Indonesia di balik rendahnya SDM, maka perlu adanya upaya yang sungguh-sunggu untuk dapat mengurangi serta menyelesaikan persoalan pendidikan secara komprehensif dengan melihat semua komponen stakeholder. Sehingga, inilah yang membuat visi dan misi jelas diperlukan yang nantinya akan mampu untuk mengarahkan kebijakan dengan menyeluruh mengenai apa yang akan dilakukan dalam  upaya untuk meningkatkan kualitas SDM.

Upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu dengan menyesuaikan perkembangan IPTEK serta globalisasi adalah salah satunya dengan melakukan pembaharuan sistem pendidikan. Kemudian perlu adanya pengembangan suatu pola Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) sebagai entry point menuju ke pengelolaan pendidikan yagn memiliki orientasi pada mutu yang mendasarkan pada sejumlah aspek yakni demokrasi transformasi, berkelanjutan serta akuntabilitas.

Di samping itu, juga perlu adanya pembenahan terhadap kurikulum yang mampu mengakomodasi potensi sumber daya pada masing-masing daerah, sehingga kurikulum berbasis kompetensi disusun lebih fleksibel dan dinamis.

Berdasarkan pemaparan tersebut di atas, maka peneliti pun tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : Strategi Pengembangan Kurikulum BerbasisKompetensi di SMP Negeri 37 Jakarta

Blog Archive

Search

Loading...